Komisi D Desak Gubernur Jatim Perhatikan Wilayah Kepulauan Bawean

0
320

– Perpajangan runway bandara Harun-Thohir semakin kabur

SabdaNews.com – Guna menunjang percepatan Perpres No.80 tahun 2019. Komisi D DPRD Jatim meminta pemprov Jatim segera membenahi infrastruktur moda transportasi baik darat, udara dan laut yang ada di Jatim.
Pernyataan ini disampaikan oleh anggota Komisi D DPRD Jatim, Samwil, Jumat (28/2/2020).

Diantara pembenahan yang harus dilakukan Pemprov Jatim, kata politisi asal Partai Demokrat yakni pembenahan lapangan terbang di Pulau Bawean. Mengingat, keberadaan lapangan terbang yang lebih representatif itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat selain transportasi laut yang sudah ada.

Lapangan terbang di Pulau Bawean, kata Samwil membutuhkan perpanjangan runway hingga 1400-1500 meter agar bisa didarati pesawat yang lebih besar seperti pesawat ATR. Namun karena runwaynya hanya 900 meter sehingga hanya bisa didarati pesawat kecil yang kurang ekonomis.

“Pembanguna Bandara Bawean itu hampir bersamaan dengan Bandara Sumenep dan Banyuwangi, namun di Sumenep dan Banyuwangi sudah bisa digunakan oleh pesawat ATR bahkan air bus dan boing,” ungkap pria asli Bawean ini.

Kendala perpanjangan runway Bandara Harun-Thohir Bawean, kata Samwil lantaran lokasinya dekat jurang, bukit dan pemukiman warga di pesisir laut sehingga untuk memperanjang runway memerlukan pengurukan yang butuh biaya besar.

Lebih parah lagi, belum ada rekomendasi yang masuk ke pusat, padahal target untuk perpanjangan runway sedianya dilaksanakan tahun yaitu 2018 lalu tapi sampai saat ini belum selesai.

“Kalau perpanjangan runway selesai, maka bandara Harun Thohir akan bisa dilayani pesawat terbang jenis ATR dengan kapasitas lebih banyak daripada sekarang hanya memuat 12 orang penumpang,” jelas Samwil.

Selain bandara, pihaknya juga mendorog Pemprov Jatim membenahi layanan kapal laut yang ada di bawean yaitu ASDP dan pihak swasta yaitu kapal cepat yang sudah konvesional untuk ditingkatkan kembali.

“Masyarakat di Bawean saat ini membutuhkan kapal cepat yang bisa melawati ombak di laut bawean yang bisa mencapai 3 – 4 meter, sehingga masyarakat bisa pulang dan pergi dari pulau Bawean kapan saja tak terhambat oleh cuaca,” harapnya

Agar Perpres No.80 tahun 2019 berjalan dengan baik, pihaknya berharap agar Dishub juga memperhatikan fasilitas transportasi pendukung pPerpres tersebut.

“Saya lihat hasil pertemuan dengan Dishub beberapa waktu lalu untuk pendukung Perpres belum ada yang menggigit karena programnya hanya membangun dermaga dan penambahan kapal, sepertai tahun-tahun sebelumnya,” pungkas Samwil. (pun)

Leave a reply