Gubernur Khofifah Minta Masyarakat Hormati Kebijakan Kerajaan Saudi Arabia

0
211

– Terkait penghentian sementara ijin visa bagi calon jamaah umroh

SabdaNews.com – Keputusan Kerajaan (negara) Saudi Arabia menghentikan sementara (menunda) ijin visa kunjungan jamaah umroh dari berbagai negara di dunia, termasuk dari Indonesia karena khawatir terhadap penyebaran virus novel corona, ditanggapi positif Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Alasannya, kata orang nomor satu di Pemprov Jatim, masing-masing negara memiliki otoritas kewenangan membuat kebijakan yang tidak bisa dicampuri oleh negara lain, termasuk bagi negara penerima tamu Allah yakni Saudi Arabia.

“Kebijakan yang diambil pemerintah kerajaan Saudi Arabia itu pasti sudah dengan pertimbangan-pertimbangan secara komprehensif sampai akhirnya pemerintah Saudi menunda untuk pelaksanaan ibadah umroh,” jelas Gubernur Khofifah Indar Parawansa usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jatim, Kamis (27/2/2020).

Ia berharap persoalan bilateral antar negara seperti ini jangan dimintakan komentar kepada gubernur. Oleh karena itu Khofifah mengajak kepada seluruh pihak untuk menghormati keputusan tersebut. Mengingat, hingga saat ini belum ditemukan obat virus novel corona yang sudah menjalar ke berbagai belahan dunia.

“Kita mesti menghormati seluruh pertimbangan-pertimbangan strategis dan pasti sangat komprehensif. Format-format seperti itu sudah world wide, sudah menjadi keputusan internasional,” tegas mantan Mensos RI ini.


Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Jatim dr Benjamin Kristianto menyatakan bahwa negara-negara di sekitar Saudi Arabia seperti Kuwait, Oman dan Qotar yang biasa menjadi tempat transit penerbangan ke Saudi Arabia sudah ada yang positif terkena virus novel corona.

“Harusnya negara-negara yang sudah ditemukan terpapar positif virus novel corona itu lebih dulu dilarang. Sementara Indonesia yang belum ditemukan kasus terpapar virus corona harusnya masih dibolehkan,” kata politisi asal Partai Gerindra.

Saudi Arabi, lanjut Benjamin harusnya jangan terlalu kaku terhadap orang Indonesia yang hendak menjalankan ibadah umroh. Namun mereka bisa memperketat dengan melakukan screening dan menambah cost tambahan untuk pemeriksaan laborat calon jamaah umroh tersebut dibawah pengawasan kedutaan Saudi Arabia supaya lebih meyakinkan.

“Kalau hasil screening tidak ada masalah, ya silahkan berangkat. Saya berharap kerajaan Saudi Arabia lebih obyektif memandang orang Indonesia ini mau menjalankan ibadah umroh sehingga jangan dilarang,” harap dr Benjamin.

Pemerintah Indonesia melalui kementerian terkait harusnya melakukan loby ke kerajaan Saudi Arabia dengan menerapkan solusi pengetatan atau screening bagi calon jamaah umroh asal Indonesia.

“Harusnya kebijakan kerajaan Saudi Arabia jangan memukul rata antara negara yang aman dan negara yang tidak aman dari virus corona. Kenapa negara tetangga mereka yang sudah ditemukan kasus corona masih bebas berkunjung ke Saudi Arabia,” pungkas Benjamin. (pun)

Leave a reply