Komisi B Minta Dinas Pertanian Buat Terobosan Atasi Lonjakan Harga Bawang Putih Import 

0
126

SabdaNews.com – Melonjaknya harga bawang putih hingga tiga kali lipat dari harga normal dalam dua pekan terakhir di sejumlah daerah di Jatim, nampaknya menjadi perhatian serius kalangan DPRD Jatim. Karena itu komisi yang menangani bidang perekonomian meminta Dins Pertanian Jatim segera membuat terobosan untuk bisa menormalisasi harga bawang putih

Anggota Komisi B DPRD Jatim Agatha Retnosari mengakui jika kebutuhan bawang putih Jatim selama ini hampir 95 persen dipenuhi dari import khususnya dari negara Tiongkok. Sebab produksi bawang Jatim sangat minim sehingga harus terus ditingkatkan agar ketergantungan ekspor bisa dikurangi.

“Mengutip perkataan Presiden Jokowi, terkait memanfaatkan ceruk pasar ekspor dari dampak dari wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, China. Maka sudah saatnya para petani untuk mulai giat menanam bawang Putih. Ini pelajaran penting buat kita bersama jika kita bergantung pada impork maka rentan terkena naik ketika ada isu besar di luar negeri,” kata Agtha Rabu (12/2/2020).

Politisi asal Fraksi PDI Perjuagan itu berharap Dinas Pertanian Jatim harus segera melakukan terobosan kebijakan agar lonjaka harga bawang putih bisa dikendalikan secepatnya dan hal-hal yang menghambat produksi bawang putih bisa diurai.

“Bawang putih itu bumbu dasar untuk setiap resep masakan Indonesia tapi kok kita malah impor bahkan sampai 95 persen. Ini khan ironis,” dalih politisi asal Surabaya.

Ia menyarankan Pemprov Jatim bekerjasama dengan para kampus pertanian yang sudah memiliki banyak penelitian terkait produksi bawang putih, agar bawang putih lokal tak kalah dengan impor.

Selain itu, tak kalah penting juga dari dinas perindustrian dan perdagangan untuk mulai mensosialisasikan bawang putih lokal lebih gencar agar minat petani menanam juga tinggi.

“Seperti beli bawang lokal menyelamatkan masa depan petani Indonesia, menyelamatkan anak-anak nya dan masa depan nya. Dan yang jelas jika kita membeli produk lokal, berarti menyelamatkan lingkungan hidup. Coba hitung saja, berapa jejak karbon dari proses pengiriman jika bawang putih saja kita impor. Dan jejak karbon juga gas metan ini kan yang akhirnya membuat suhu bumi meningkat drastis. Kesadaran ini perlu, agar pasar Indonesia lebih bisa berdikari,” harapnya.

Tak hanya itu, dengan berdikari, kata mantan anggota Komisi E DPRD Jatim ini, juga sesuai dengan yang dicita-citakan oleh bapak pendiri bangsa Indonesia Bung Karno yaitu berdikari di bidang ekonomi.

Berdasarkan data yang ada, bawang putih di Jatim yang semula seharga Rp28.000 kini naik hingga Rp58.000. Bahkan di sejumlahdaerah saat ini sudah menembus Rp.70 ribuan sehingga masyarakat khususunya kaum ibu-ibu banyak yang menjerit. (tis)

Leave a reply