KH Said Agil Siroj Minta Kader NU Perkuat Ketahanan dan Kepribadian Hadapi Era Digital

0
420

SabdaNews.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Agil Siroj meminta kepada seluruh kader NU harus bisa menjadi kader bangsa yang mempertahankan agama islam ala ahlusunah waljamaah dengan mengedepankan prinsip toleran dan moderat serta mempertahankan NKRI yang berbudaya dan bermatabat.

Pernyataan itu disampaikan KH Said Agil Siraj saat membuka Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) Jawa Timur di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jumat (10/1/2020). “Harapan kita ke depan, mudah-mudahan dengan tantangan yang sangat berat, kita mampu menghadapinya terutama memasuki era digitalisasi yang serba luar biasa ini,” ujar KH Said Agil Siroj.

Perkembangan era digital semuanya dituntut serba cepat dan tepat. Bahkan anak-anak zaman sekarang, kemanapun tak pernah lepas dari handphone. “Saya tidak tahu, 20 tahun ke depan generasi Indonesia mendatang akan seperti apa. Tapi Insyaallah kalau kita punya prinsip dan kepribadian maka masih ada ketahanan,” dalihnya.

Sementara menyangkut program NU dalam menghadapi era digital, kata Kiai Said sapaan akrabnya sesuai dengan amar Muktamar ke 33 di Jombang ada tiga, yakni pendidikan, kesehatan dan UKM. “Ketiga program itu Alhamdulillah sudah berjalan,” dalihnya.

Dijelaskan sejak dirinya menjabat Ketum PBNU, tercatat sudah ada 34 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU). “Baru kali ini, mohon maaf sebelumnya ada, yang ada itu universitas miliknya pesantren miliknya kiai NU. Sekarang betul-betul di bawah badan hukum NU,” ungkap Kiai Said Agil Siroj.

Diantara daerah-daerah yang sudah memiliki UNU, lanjut Kiai Siad adalah Tuban, Sidoarjo, Jombang, Surabaya, Cirebon, Jakarta, NTB, Kalbar, Kaltim, Kalsel, Sumatra utara, Lampung, Halmahera, Gorontalo dan masih banyak lagi.

MKNU di Asrama Haji Sukolilo Surabaya ini diikuti kader Muslimat NU pilihan se Indonesia berlangsung selama dua hari, mulai 10-11 Januari 2020. Turut pula hadir dan memberikan sambutan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang juga Ketum PP Muslimat NU.

Siap Maju Lagi di Muktamar 34 Asal Masih Dikehendaki Muktamirin

Yang menarik, Ketum PBNU dua periode ini ternyata tidak menolak jika dicalonkan kembali dalam Muktamar NU ke 34 di Lampung tahun 2020 mendatang. “Terserah muktamirin dong, Kalau terpilih ayo, kalau tidak ya tidak apa-apa,” jawab KH Said Agil Siroj enteng

Sementara menyangkut persiapan Muktamar NU, secara khusus Kiai Said menyatakan bahwa Muktamar NU kali ini diupayakan mandiri. Artinya NU tidak akan menggunakan proposal untuk meminta bantuan. Tapi kalau mau membatu silahkan.

“Kita mengcollage koin dari seluruh warga, tujuannya supaya muktamar tidak menggunakan proposal, tidak minta bantuan. Kalau mau membantu silakan. Kalau meminta bantuan, tidak. Sumbangan koin sudah terkumpul 5 miliar,” terang Kiai Said Agil Siroj.

Koin Muktamar ini masih terus berjalan hingga Oktober 2020. Kendati demikian, beberapa cabang NU sudah siap membantu. Misalnya, Cabang NU Mesuji menyiapkan 10 ton beras dan 1000 ekor ayam. Begitu juga daerah-daerah yang lain ada yang menyiapkan sapi dan berbagai macam kebutuhan lainnya berupa barang bukan uang.

“Peserta resmi Muktamar itu 7 kali 515 cabang atau kisaran 3500 peserta. Itu yang peserta resmi lho, kalau romli (rombongan liar) ya tidak terhitung. Pokoknya kita akan mengcollage dari sana sini dan tidak membebani siapapun,” pungkas kiai humoris ini. (tis)

Leave a reply