GTT Berharap Mendikbud Prioritaskan Rekrutmen CPNS Tenaga Pendidik

0
61

SabdaNews.com – Kunjungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim ke Kota Pasuruan dimanfaatkan betul oleh para guru dan kepala sekolah untuk curhat terkait berbagai persoalan yang dialami tenaga pendidik.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Hudiyono yang ikut mendampingi Mendikbud saat meninjau lokasi ambruknya atap ruang kelas SDN Gentong Kota Pasuruan mengatakan bahwa Mendikbud sengaja minta waktu untuk meminta masukan dari para guru.

Diantara usulan yang disampaikan adalah
keinginan para Guru Tidak Tetap (GTT) supaya tunjangan mereka bisa ditingkatkan dan bisa diprioritaskan dalam rekrutmen CPNS untuk formasi tenaga pendidik dengan mengubah batas usia.

“GTT yang mengabdi sudah puluhan tahun kalau bisa diprioritskan untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN),” ujar Hudiyono menirukan hasil pertemuan antara para guru dan kepada sekolah dengan Mendikbud, Jumat (8/11/2019)

Selain itu, lanjut Hudiyono pata tenaga pengajar juga berharap para guru tidak terlalu dibebani dengan persoalan administrasi seperti membikin Rencana Program Pembelajaran (RPP) hingga silabus, agar mereka bisa lebih fokus kepada siswa.

“Kalau bisa RPP dan silabus itu dibikinkan aplikasi khusus sehingga bisa paperless dan bisa dikerjakan cukup dengan menggunakan Handphone,” terang Hudiyono.

Sedangkan dari kepala sekolah, kata Hudiyono berharap agar tidak terlalu dibebani dengan persoalan di luar hingga bisa fokus pada proses pembelajaran, seperti pengerjaan fisik sekolah dan lain sebagainya.

“Sebagian kepala sekolah mengusulkan agar pembangunan sekolah diserahkan swakelola atau diambilalih oleh Dinas PUPR saja agar kepala sekolah bisa menghindari persoalan hukum akibat salah kelola proyek pembangunan sekolah,” jelas Hudiyono.

Tidak hanya itu, kata Hudiyono sistem zonasi pada proses penerimaan siswa baru juga diusulkan untuk ditinjau ulang atau disempurnakan. Mengingat, persebaran sekolah dan siswa belum merata sehingga banyak menimbulkan protes dari masyarakat.

Di sisi lain, sekolah yang dulunya tergolong favorit juga banyak yang mengeluh lantaran tak lagi bisa menerima siswa yang memiliki prestasi akademik yang baik. Akibatnya, tenaga pendidik juga harus menyesuaikan kembali karena metode pembelajaran yang sudah diterapkan sebelumnya tidak berjalan dengan baik karena SDM siswa tak merata bahkan cenderung menurun.

Sebagaimana diketahui bersama sistem zonasi merupakan konsekwensi dari terbitnya Permendikbud No.14 Tahun 2018 dengan tujuan yang cukup mulia yakni adanya pemerataan dan kesempatan yang sama bagi siswa untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas

Namun fakta di lapangan, pemerintah memang tidak bisa menutup mata bahwa masih banyak kekurangan jika diterapkan secara saklek. “Karena itu kami juga tetap berharap khusus Jatim diberi kelonggaran dalam pembagian prosentase antara jalur prestasi akademik dengan jalur jarak sekolah dengan rumah siswa bisa disejajarkan,” harap Plt Kadindik Jatim.

Mendikbud Nabil Makarim, lanjut Hudiyono mengaku banyak berterimakasih atas masukan-masukan yang disampaikan oleh para guru dan kepala sekolah sehingga pihaknya bisa mendapatkan gambaran untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. (tis)

Leave a reply