BPK Temukan Desa Fiktif di Jatim

0
112

– Banyak bermunculan dengan tujuan dapat kucuran dana desa

SabdaNews.com – Keberadaan desa fiktif di Indonesia tengah hangat diperbincangkan. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati karena banyak bermunculan desa-desa baru tak berpenduduk meminta alokasi dana desa (ADD). Nampaknya mulai diselidiki oleh pihak aparat berwajib.

Provinsi Jawa Timur sebagai provinsi terbesar kedua di Indonesia juga tidak menutup kemungkinan juga muncul desa fiktif demi mendapatkan kucuran Dana Desa (DD) dari APBN. Terlebih berdasarkan data BPS per tanggal 8 Juli 2019 jumlah desa di Jatim mencapai 5.674 desa atau terbanyak secara nasional.

Kepala Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Harry Purwaka membenarkan bahwa instansinya akan terus melakukan pemeriksaan kinerja terkait pembinaan dan pengawasan dana desa.

“Tahun lalu, kami melakukan pemeriksaan kinerja terkait pembinaan dan pengawasan dana desa yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah secara berkala,” ujar Harry Purwaka di Surabaya, Kamis (7/11/2019).

Selama pemeriksaan tersebut, kata Harry ditemukan ada desa fiktif di Jatim. Namun sayangnya dia enggan membeberkan secara gamblang. “Iya ada temuan. Ada beberapa catatan yang kita minta dan rekomendasikan untuk diperbaiki oleh Pemda tersebut,” jelasnya.

BPK juga bakal menelusuri terkait penambahan desa tersebut sejak adanya dana desa digelontorkan. “Penambahan desa ini akan kami telusuri. Apakah memang ada penambahan jumlah desa sejak adanya dana desa apa tidak, yang jelas ada temuan di tahun lalu,” tambahnya.

Desa diberikan kewenangan dan sumber dana yang memadai agar dapat mengelola potensi yang dimiliki. Hal tersebut bertujuan agar perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, Pemerintah Pusat menganggarkan Dana Desa yang cukup besar tiap tahunnya.

“Dengan adanya dana desa tersebut, kami berharap pemerintah daerah dan aparat desa dapat mengelola dana desa secara akuntabel dan transparan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” pungkasnya. (tis)

Leave a reply