Arumi Bachsin Masuk 8 Tokoh Perempuan Layak Pimpin Sidoarjo

0
91

SabdaNews.com – Semakin banyaknya kepala daerah di Jatim pada khususnya dan Indonesia pada umumnya yang berasal dari kaum perempuan, nampaknya bakal menjadi tren pada Pilkada serentak tahun 2020 mendatang yang digelar di 19 kabupaten/kota di Jatim.

Kabupaten Sidoarjo yang dikenal menjadi daerah peyangga utama ibu kota Provinsi Jawa Timur juga akan menggelar suksesi kepemimpinan daerah pada tahun depan juga ikut melirik sejumlah tokoh perempuan untuk menjadi pengganti Bupati Saiful Ilah yang akan segara mengakhiri masa jabatannya.

Direktur Eksekutif Forum Muda Demokrasi (FOMDEM) Jawa Timur, Rusman Hadi mengakui bahwa ada sejumlah nama tokoh perempuan yang dipandang layak memimpin Kabupaten Sidoarjo lima tahun ke depan.

“Sidoarjo butuh figur perempuan baik sebagai calon Bupati atau calon Wakil Bupati supaya ada perubahan signifikan seperti Kota Surabaya dibawah kepemiminan Tri Rismaharini,” ujar Rusman saat dikonfirmasi Rabu (6/11/2019).

Menurut Rusman, sedikitnya ada sekitar delapan figur perempuan dari berbagai latar belakang yang dipandang layak maju Pilkada Sidoarjo 2020. Pertama adalah Arumi Bachsin, Ketua PKK Jatim yang juga istri Wagub Jatim, Emil Elistianto Dardak.

Berikutnya adalah Azza Irene Mufia, seorang politisi di PAN Jawa Timur yang pernah menjadi Calon Legislatif. Kemudian Hj. Mimik Idayana, anggota DPRD Sidoarjo dari Gerindra DPRD Sidoarjo yang juga istri H. Rahmat Muhajirin (DPR RI).

Selain itu ada pula Ir. Hj. Nurhendriyati Ningsih, anggota DPRD Sidoarjo asal NasDem yang notabene istri dari Haruna Sumitro Manajer Madura United. “Kemudian ada politisi kawakan PKB Hj Anik Maslachah calon Wakil Ketua DPRD Jatim,” kata Rusman Hadi.

Selanjutnya, kata Rusman terdapat nama Politisi Demokrat, Juana Sari Ketua DPC Partai Demokrat Sidoarjo, lalu mantan anggota DPRD Sidoarjo, Vike Widya Asrori dari PKS dan terakhir Kasipah anggota DPRD Sidoarjo putri H. Taat (almarhum) mantan Ketua BPC Gapensi Sidoarjo.

Kelayakan kedelapan tokoh perempuan itu, lanjut Rusman, berdasar perjalanan karir dan pengalaman, baik dalam kancah politik maupun karier profesional yang mereka tekuni selama ini. “Sidoarjo menjadi Kabupaten penyanggah Ibu kota Provinsi Jatim. Karena itu memiliki nilai yang strategis,” kata Rusman.

Lebih jauh mantan Bendahara Umum PMII Jawa Timur ini menjelaskan bahwa pemimpin perempuan diyakini akan mampu membawa Sidoarjo menjadi semakin baik. “Dalam sejarah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati di Sidoarjo memang belum pernah ada dari kalangan perempuan, nah inilah saatnya dicoba,” dalih Rusman.

Ia berharap pimpinan partai politik dan masyarakat Sidoarjo juga perlu memberikan kesempatan yang lebar pada figur perempuan, sehingga nantinya akan banyak melahirkan terobosan dan inovasi.

“Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan sosok pemimpin perempuan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa adalah contoh konkretnya,” kata Rusman Hadi.

Di luar figur perempuan, sejumlah nama juga mulai santer digadang-gadang maju Pilkada Sidoarjo. Diantaranya, putra Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Achmad Amir Aslichin (Iin), lalu putra KH Agoes Ali Mashuri pengasuh pondok pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo, yakni KH. Ahmad Muhdlor Ali atau yang akrab disapa Gus Muhdlor.

Selain itu, mantan anggota DPR RI asal Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono. Kemudian Sullamul Hadi Nurmawan atau Gus Wawan. Mantan Ketua DPRD Sidoarjo 2014 yang juga putra dari Gus Manab (almarhum), mantan Ketua PCNU Sidoarjo, dan calon petahana, Nur Ahmad Syaifuddin yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Sidoarjo saat ini. (tis)

Leave a reply