Lawan Serangan Hama Tikus Merajalela, Petani Bakalanpule Gandeng TNI/Polri

0
20

LAMONGAN.SabdaNews.com – Untuk mencegah serangan hama tikus agar tidak sampai merajalela, puluhan petani Desa Bakalanpule Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan, bersama dengan TNI/Polri melakukan giat pengendalian hama tikus terpadu, Jum’at (4/10/2019).

Bertempat di Balai Desa Bakalanpule, metode yang digunakan ialah dengan mencampur beras dengan minyak goreng serta rodentisida lalu ditebarkan ke lahan sawah yang banyak tikusnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kecamatan Tikung, Sawin, mengatakan, cara pengendalian hama tikus karena saat ini masih musim kemarau, sehingga metode yang digunakan ialah pengumpanan terlebih dahulu.

” Masing-masing petani membawa racikan antara beras dengan rodentisida, lalu diaplikasikan dan disebar ke lahan pertanian dengan cara pengumpanan,” Ujar Sawin, Jumat (04/10/2019).

Dia menjelaskan, jangka waktu untuk matinya tikus, tidak bisa langsung mati seketika, melainkan butuh waktu lima hingga tujuh hari, tapi daya bunuhnya racun ini sangat bagus sekali, meskipun hanya memakan sebutir beras saja.

” Ketika induknya sudah memakan beras tersebut, maka anaknya yang masih menyusui akan ikut mati pula, inilah keunggulan dari rodentisida, lain halnya dengan yang kontak secara langsung,” ucapnya.

Insinyur Pertanian itu mengungkapkan, jenis racun seperti ini jarang sekali digunakan oleh petani, dikarenakan bangkai dari tikus itu tidak kelihatan secara kasat mata, namun bangkainya ada di liang-liangnya.

” Serangan hama tikus ini sudah bertahun-tahun menghantui para petani di Lamongan, antisipasinya harus dilakukan pemberantasan secara massal, agar populasinya berkurang,” terangnya.

Dia berharap, kegiatan pengendalian hama tikus di lahan pertanian ini tidak hanya dilakukan di Kecamatan Tikung saja, melainkan diterapkan di 27 kecamatan yang ada di Lamongan, serta di desa-desa lainnya.

” Saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, apa yang sudah dilakukan oleh Kades Bakalanpule Zamroni, adalah bentuk keperdulian terhadap warganya, utamanya adalah kaum petani di wilayahnya,” tutur Sawin.

Sementara itu, Salim (60) petani asal Desa Bakalanpule, merasa sangat senang dengan diadakanya kegiatan pengendalian hama tikus seperti itu, pihaknya mengaku baru pertama kali ini ada kegiatan semacam itu.

” Ini pertama kalinya diadakan di Desa Bakalanpule, saya rasa sangat membantu sekali untuk petani, karena serangan hama tikus sudah sangat merajalela di sini,” bebernya. (adl)

Leave a reply