Investor Aerobus China Tawarkan Skytrain Untuk Koneksitas Transportasi Massal Gerbangkertasusila

0
85

– Gubernur Khofifah belum bisa putuskan karena menunggu Perpres turun

SabdaNews.com – Investor bidang transportasi Aerobus dari China melakukan langkah jemput bola mendatangi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk menawarkan moda transportasi Skytrain, sejenis kereta gantung sebagai sarana membangun koneksitas transportasi massal di wilayah Jatim.

Rombongan investor negeri tirai bambu yang terdiri dari Mr. Cui Xi (VGM Aerobus), Mr. Su Chuan (VGM CRRC Ziyang), Mr. Aswen S.U, Mr. Halim Rusli dan Mr. Soetandy The itu diterima langsung orang nomor satu di Pemprov Jatim di gedung negara Grahadi Surabaya, Senin (16/9/2019) malam.

Turut pula mendampingi Gubernur Jatim, Kadishub Jatim Fattah Jasin, Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono dan sejumlah kepala OPD di Lingkungan Pemprov Jatim lainnya.

Usai pertemuan tertutup, Khofifah menjelaskan bahwa para investor asal China itu tertarik dengan rencana Pemprov Jatim membangun koneksitas transportasi massal di wilayah Gerbangkertasusila, BTS (Bromo-Tengger-Semeru) dan lingkar wilis yang saat ini dalam tahap pematangan detail plan sebelum Perpresnya diterbitkan Presiden Jokowi.

“Mereka menyampaikan minatnya untuk berinvestasi, yang ditawarkan mirip MRT, sejenis kereta gantung, selain untuk angkutan massal bisa juga dipakai untuk kontainer di saat tidak lagi mengangkut penumpang. Misalnya, jika malam hari antara Tanjung Perak dengan area-area industri misalnya dari Sier atau dari Gerbangkertasusila,” kata Khofifah.

Angkutan itu sangat dimungkinkan untuk interkoneksi dari wilayah atau area-area sentra industri, di Gerbangkertasusila. “Tadi panjang lebar kita diskusikan tentang kebutuhan koneksitas public transportation. Selain ramah lingkungan, juga tidak membutuhkan lahan yang harus untuk dibebaskan, dan Skytrain ini adalah generasi keenam,” beber Khofifah.

Jika dibandingkan dengan Hightspeed, MRT atau LRT, lanjut Khofifah moda Skytrian ini tergolong biayanya paling murah tapi bisa multifungsi. Namun pihaknya belum bisa memutuskan karena Perpres dan lampiran perpresnya belum turun.

“Nanti kalau itu sudah kita terima, kita akan undang semacam forum bussiness meeting. KIta ingin mengundang calon investor, baik yang sudah menyampaikan minatnya maupun yang belum,” jelas mantan Mensos RI ini.

Ditambahkan Khofifah, rancangan Perpres berikut lampirannya itu masih terus dibahas. Bahkan kemarin dalam rakor Menko Perekonomian dia juga ikut hadir di Jakarta. Intinya, kalau mau membangun koneksitas Gerbangkertasulila dengan public trasportation itu kira-kira nanti biayanya berapa dan APBN bisa mensupport berapa, BI juga sudah membantu dan privat sektornya akan support berapa dan nilai-nilai investasi lainnya.

“Saya tidak bisa sampaikan sebelum final dan kira-kira bisa mendorong pertumbuhan ekonomi berapa persen. Yang disiapkan ini sangat detail sekali, diprioritaskan di tiga titik yakni Gerbangkertasulila, BTS dan Lingkar Wilis,” ungkap Khofifah.

Ia mengakui kalau moda Skytrain ini sangat cocok dikembangkan untuk menghubungkan wilayah Malang Raya dengan Bromo-Tengger-Semeru karena akan bisa menikmati pemandangan pegunungan yang indah di wilayah tersebut.

“Ini memang format baru dari yang pernah ditawarkan sejumlah investor. Dari China sudah ada 3 BUMN yang menawarkan dengan beberapa format. Kemudian dari Prancis yang lebh awal dan dari INggris juga,” kata Khofifah.

Sementara itu, Vice General Manager (VGM) Aerobus China, Mr Cui Xi menjelaskan bahwa angkutan massal berupa Skytrain adalah moda transportasi yang murah dibanding jenis public transportation lainnya.

“Skytrain ini cocok di segala medan, termasuk untuk ketinggian dan kemiringan, atau menyeberangi sungai. Dia menggunakan kabel, tetapi bukan kabelnya yang berputar,” ujar Mr Cui Xi.

Diakui Mr Cui Xi, moda Skytrain ini baru kali pertama ditawarkan ke Indonesia ya ke Provinsi Jatim. “Kelebihannya bisa multifungsi untuk mengangkut orang dan barang serta tidak perlu ada pembebasan lahan sehingga biayanya lebih murah,” pungkasnya. (ud)

Leave a reply