Pembisnis di Kangean Lata-lataan , Oleh M.Rafiie

0
71

SabdaNews.com-,Pebisnis di Kangean ini menurut pandangan Saya terlalu over atraktif, ini pengamatan Saya selama 20 tahun terahir berada di Kangean. Semangat sih memang oke, tapi sifatnya imitasi, plagiator, tidak kreatif menciptakan sesuatu yang baru.

Setiap ada pendatang baru memulai bisnisnya, tak berapa lama kemudian tumbuh menjamur bak cendawan di musim hujan, “ngareap deri berak ka temor” begitu fenomenanya. Super latah namun cepat hilang tak bertahan lama, karena ketatnya persaingan. Sebut saja maraknya bisnis odong-odong, kemudian pom mini, dan masih banyak lagi.

Mungkin benar bahwa di Kangean itu banyak “kaum kapital” pemodal besar yang uangnya mengendap di bank, sehingga mencari haluan untuk bisa di investasikan pada sektor perdagangan. Konon banyak juga yang mendepositokan uangx di bank Jatim Kangean, karena kelebihan uang barangkali, dan ingin menikmati keuntungan tanpa harus capek² bekerja. Terserah mereka siihhh….

Pebisnis BBM di pulau ini menurut Saya terlalu khawatir banget seolah-olah BBM di perut bumi ini akan segera habis. Bayangkan saja, secara tampak kasat mata, stok BBM yang disimpan dalam drum berjejer banyak sekali di tepian jalan, belum lagi juragan BBM yg punya gudang. Tidak pernah terpikir kah, jika terjadi kebakaran misalnya. Belum lagi aturan dari pertamina yang diabaikan, tentang boleh tidaknya perseorangan menimbun BBM tanpa disimpan dalam tangki timbun dalam tanah.

Hal ini terjadi tidak bisa lepas dari sikap mental kita yang terlalu grusa-grusu/tidak tenang merespon aktivitas bisnis, terlalu tampak di dramatisir, seolah kebutuhan masyarakat terhadap BBM sangat banyak, akibatnya penjualan melambat karena banyaknya pemain di level pengecer BBM. (lim.Red/)

Leave a reply