Mobile Training Unit Jangkau Pemberian Pelatihan Kerja Sampaike Pelosok Jawa Timur

0
13

SabdaNews.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus membuat inovasi layanan dalam rangka menurunkan pengangguran dan menjadikan angkatan kerjanya sebagai tenaga kerja berketerampilan.

Salah satu layanan unggulan Jatim tersebut adalah Mobile Training Unit (MTU). Layanan mobil pelatihan gratis keliling ini turut dipamerkan di acara East Java Talent And Career Exhibition di Jatim Expo, Selasa (10/9/2019).

Karena diformat mobile, MTU ini mampu menjangkau desa-desa di pelosok Jawa Timur agar para angkatan kerja bisa memiliki keterampilan dan keahlian di bidang tertentu yang spesifik. Total ada 4 jenis layanan MTU yang gratis bisa dimanfaatkan masyarakat di pelosok Jawa Timur.

Ada MTU khusus pelatihan mesin, MTU khusus untuk pelatihan kelistrikan, MTU khusus untuk handycraft, dan MTU khusus untuk service sepeda motor. “MTU ini kita harapkan bisa melakukan penjangkauan. Alat-alatnya portable. Pelatihannya diberikan rata-rata 240 jam, ada yang sudah ditambah 280 jam. Alumninya sudah bikin bengkel sendiri,” kata Gubernur Khofifah usai membuka East Java Talent and Exhibition dan meninjau empat unit MTU.

Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini meninjau langsung perangkat alatuntuk pelatihan tersebut. Pelatihan menggunakan MTU ini diterapkan sistem kelompok beranggotakan 16 orang. Mereka dilatih hingga mahir.

“Ada macam-macam MTU nya. Ada yang untuk belajar mesin motor, kelistrikan serta ada yang untuk belajar handycratf. MTU Handycratf lebih mudah untuk ibu-ibu rumah tangga. Proses pembuatannya bisa di rumah atau sambil menunggu anak-anak sekolah sambil membuat macam-macam handycraft,” ucap mantan Menteri Sosial RI ini.

Di MTU untuk pelatihan handycratf, masyarakat yang ikut training dilatih membuat kerajinan lampu hias berbentuk bola yang dihias dengan benang wol dan diberi lampu, lalu ada juga yang dilatih membuat tatakan dari rotan yang cantik untuk dijual di cafe dan restoran.

“Handycraft jenis lampu dan tatakan kue harga jual rata-rata Rp 25 ribu. Ini kalau bisa terfasilitasi akses marketnya maka sangat marketable karena sudah sangat rapi, seperti tadi hasil BLK Situbondo dan Jember, desain dan warna sudah sangat mengikuti tren pasar,” katanya.

Seluruh Balai Latihan Kerja (BLK) di Jawa Timur sebanyak 16 titik sudah memiliki 4 unit MTU yang siap bekerja sama dengan desa-desa dan memberikan pelatihan gratis.

“Sekarang tinggal bagaimana memotivasi lini-lini terbawah, RT dan RW. Kalau mereka bisa mendapatkan skill dan modal lalu dibantu akses marketnya akan membuka pertumbuhan ekonomi baru di desa-desa,” katanya.

Tidak hanya itu, Pemprov juga memberikan layanan untuk pekerja migran. Salah satunya dengan sistem informasi terpadu (Simpadu) untuk pekerja migran Indonesia (PMI). Simpadu PMI yang mendapat apresiasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi ini memberikan pelayanan publik yang bermanfaat dengan memutus mata rantai percaloan yang kerap terjadi.

“Kalau biasanya calon PMI memanfaatkan perantara (calo) untuk mengurus berbagai kebutuhan dan persyaratan keberangkatan sebagai PMI dengan mengeluarkan biaya Rp 7 juta hingga Rp 9 juta. Kalau pakai Simpadu PMI ini zero cost,” kata Khofifah.

Para kepala desa yang desa menjadi pengirim PMI ditraining untuk Simpadu PMI ini. Agar bisa menginformasikan kepada warga bahwa dengan Simpadu PMI ini maka mereka calon PMI tinggal klik untuk bisa dapat informasi tentang kebutuhan dan kategori baik formal maupun informal workers.

“Kalau unskilled labour biasanya akan menjadi asisten rumah tangga. Kalau yang skilled labour seperti nurse, ahli pertanian, kemaritiman, semua sektor itu kan terbaca disini,” katanya.

Maka, ditegaskan Khofifah, digital IT untuk sektor ketenagakerjaan penting untuk bisa dilakukan penjangkauan. Dengan digital IT mereka calon PMI tak perlu ke Surabaya untuk mengurus berbagai persyaratan yang dibutuhkan.

“Mereka cukup akses dari daerah mereka untuk bisa melihat spesifikasi peluang pekerjaan yang sesuai dengan minat dan keahlian mereka,” tegas Khofifah. (pun)

Leave a reply