Setiajit Daftar Balon Bupati Tuban Lewat PDI Perjuangan

0
77

– Siap Bawa Perubahan dan Lompatan Untuk Mengejar Ketertinggalan

SabdaNews.com – Kendati pernah kalah di Pilkada Tuban tahun 2015, namun Setiajit, SH, MH pantang menyerah dan siap ikut berkompetisi kembali menjadi Bupati Tuban pada Pilkada serentak tahun 2020 mendatang.

Putra asli Bumi Ronggolawe itu membuktikan keseriusannnya dengan mengambil formulir pendaftaran bakal calon kepala daerah ke kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban, Minggu (8/9/2019) didampingi relawan Tuban Bangkit.

Menurut pria yang juga kepala Dinas ESDM Pemprov Jatim, dirinya maju kembali di Pilkada Tuban 2020 karena merasa terpanggil untuk mengabdi dan memajukan masyarakat Tuban.

Bahkan Setiajit sudah menyiapkan slogan Tuban Bangkit agar bisa mengejar ketertinggalan dibanding daerah-daerah lain di Jatim pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

“Legacy atau tinggalan pembangunan era bupati Haeny Relawati Rini Widyastuti dan Fathul Huda sudah bagus. Namun, perlu ada lompatan-lompatan baru untuk mengejar ketertinggalan Tuban dengan kabupaten/kota lain karena Tuban memiliki potensi yang besar,” dalih keponakan Moeldoko ini.

Diantara persoalan akut di Tuban, kata Setiajit adalah kemiskinan. Berdasarkan data BPS tahun 2017, angka kemiskinan di Bumi Wali Sunan Bonang masih kisaran 15,3 persen, sehingga Tuban menempati peringkat kelima dari bawah kabupaten/kota termiskin di Jatim.

Kendati industriaisasi sudah masuk ke Tuban, namun angka pengangguran juga masih cukup tinggi. ”Dengan kondisi ini perlu ada lompatan cerdas, sehingga ksejahteraan masyarakat Tuban bisa meningkat secara signifikan,” beber pria kelahiran Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, 2 Desember 1961.

Kalau dirinya mendapat amanah rakyat dan dipercaya memimpin Kabupaten Tuban lima tahun kedepan. Setiajit telah menyiapkan sejumlah konsep membangun Tuban dan mengejar ketertinggalannya dengan kabupaten/kota lain.

Salah satunya pembangun investasi dengan mendongkrak penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). Dengan banyaknya investasi masuk ke Tuban, ia yakin angka pengurangan dan kemiskinan bisa diminimalisir.

Begitu pula dengan pengembangan industri di Tuban, Setiajit mengemukakan konsep pengembangan kawasan industri meliputi Kab Gresik, Kab Lamongan, dan Kab Tuban yang dikenal dengan istilah Gelangbang.

Menurut Setiajit, Kab Gresik dan Kab Lamongan mampu mengembangkan kawasan industri di pesisir pantai utara (pantura). Sementara Tuban masih tertinggal jauh. “Paling tidak Tuban harus memiliki pelabuhan besar untuk sandar kapal-kapal besar, sehingga investor tertarik,” bebernya.

Sementara untuk pengembangan industri pertanian, mantan kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jatim ini menilai perlu memberikan nilai tambah terhadap hasil pertanian.

Setiajit memberikan contoh produksi jagung di Tuban yang surplus sekitar 92 ribu ton. Kalau hasil pertanian tersebut dipasarkan dalam bentuk olahan dan variannya, seperti tepung jagung, gula jagung, minyak jagung, atau pakan ternak, maka harga jualnya jauh lebih tinggi.

“Untuk mengolahnya, tentu harus berdiri industri pengolahannya. Karena itu Industri Kecil Menengah harus didorong untuk itu,” imbuhnya.

Hal yang sama juga berlaku untuk potensi mineral. Selama ini, sejumlah hasil tambang dari Bumi Ronggolawe itu, seperti kalsium, pasir silika, dan kuarsa diangkut dan dijual ke luar daerah. Nilainya pun sangat rendah.

”Kenapa industrinya yang tidak kita datangkan ke Tuban?” tegas dia. Dengan begitu, memberikan nilai tambah terhadap potensi mineral dan mampu menyerap lapangan kerja masyarakat sekitar.

Terkait kinerja pemerintahan, Setiajit mengaku, sistem akuntabilitas kinerja pemerintahan Tuban mendapat nilai B. Bahkan Rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dengan hasil pembangunan juga tidak seimbang.

”Dengan kondisi ini apakah indikator kinerja utama (IKU) sudah tercapai?” kritik pejabat yang dikenal memiliki jaringan politik cukup luas ini.

Dengan banyaknya problem yang dihadapi pemerintahan di Tuban, Setiajit optimistis dengan pengalamannya mengabdi di birokrat Pemprov Jatim selama 34 tahun mampu menciptakan lompatan-lompatan program. ”Sekarang ini saatnya Tuban Bangkit,” pungkas pria berkaca mata ini. (tis)

Leave a reply