PW Muhammadiyah Jatim Minta PAN Sinergi Kawal Jihad Politik

0
60

– Matahari Tak Pernah Ingkar Janji,
21 Tahun PAN Menyinari Negeri

SabdaNews.com – DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur menggelar peringatan Harlah ke 21 tahun partai berlambang “Matahari Bersinar” di kantor DPW PAN Jawa Timur Jalan Darmokali Surabaya, Jumat (23/8/2019) dengan sederhana.

Turut memeriahkan acara tersebut puluhan anak yatim piatu dari berbagai yayasan anak yatim di wilayah Surabaya untuk ikut berbagi kebahagiaan bersama kader PAN Jatim sekaligus wujud syukur karena di usia 21 tahun, PAN bisa tetap eksis memperjuangkan aspirasi rakyat Indonesia melalui jalur politik.

Harlah ke 21 PAN juga dirangkai dengan konsolidasi seluruh caleg terpilih PAN baik yang akan duduk di kursi DPR, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota di Jatim. Sekaligus launching buku 21 tahun PAN Menyinari Negeri.

Ketua DPW PAN Jatim, H Masfuk SH dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan Harlah ke 21 PAN dihadiri tokoh sesepuh PAN seperti Bung Kaisar Victorio, anggota DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota, serta ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim dan ketua Pimpinan Wilayah Aisyiah Jatim.

“Umur 21 tahun, ibarat manusia lagi itu lagi segar-segarnya dan punya masa depan yang cerah. Makanya, kita akan terus berjuang untuk rakyat supaya terjadi keadilan dan kemakmuran di Indonesia yang menjadi misi kebangsaan PAN,” tegas Masfuk.

Ia mengaku dalam konsolidasi dengan caleg terpilih anggota legislatif asal PAN Jatim, pihaknya juga menekankan hal tersebut. Pasalnya, masih banyak ketidakadilan diberbagai sendi kehidupan masyarakat yang kita temui.

“Itulah yang harus diperjuangkan seluruh kader sebab PAN didirikan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Jangan lupa pada partai dan konstituen supaya tak kuwalat,” jelas mantan Bupati Lamongan dua periode ini.

Sementara itu ketua PW Muhammadiyah Saad Ibrahim mengingatkan bahwa PAN itu dilahirkan oleh Muhammadiyah. Karena itu, walaupun PAN masih berusia 21 tahun tapi usia Muhammadiyah sudah 1 abad.

“Bagi Muhammadiyah yang penting dewan PAN itu bisa amanah agar bisa selalu dibackup Allah. Kuncinya, pegang teguh pada ayat, Wa’tasimu bihablillahi jamiian wala tafarraqu, Insya Allah Muhammadiyah, Persis, NU akan menjadi penerus kebangkitan Islam,” harap Saad Ibrahim.

Di jelaskan Saad, umat Islam menjadi kekuatan super power dunia baik kekuasaan dan politik selama hampir 1300 tahun yakni mulai tahun 622-1924. Bahkan peradapan Islam mulai abad 3 hijriyah sampai 8 hijriyah juga menjadi puncak peradapan dunia sehingga umat Islam menjadi umat yang terbaik.

Persentuhan Muhammadiyah dengan PAN, lanjut Saad akhir-akhir ini memang sempat panas dingin sebab dipicu jihad konstitusi oleh PP Muhammadiyah di Mahkamah Konstitusi namun hasilnya tidak dilaksanakan dengan baik. Karena itu Muhammadiyah mengubah menjadi jihad politik melalui politik nilai teologis.

“Dalam pileg lalu, PWM mengusulkan Najib Hamid sebagai calon DPD RI dan Prof Zainuddin Maliki sebagai calon DPR RI di wilayah Lamongan dan Gresik. Tapi sayang hanya Prof Zainuddin yang berhasil sedangkan Najib Hamid gagal karena banyak praktek jual beli suara,” bebernya.

Ia juga mewanti-wanti agar urusan politik jangan dipisah-pisahkan antara kader Muhammadiyah dengan PAN sehingga harus satu.” Ini harus jadi pikiran bersama, kalah dan menang jangan disebut takdir sebab dalam Al Quran kemenangan itu digilir. Kalau kita sekarang kalah itu mungkin karena kurang berpegang teguh pada ayat QS Al Imton diatas,” dalih Saad Ibrahim.

Di tambahkan Saad, reformasi yang sudah berjalan selama ini juga perlu dievaluasi dan dampak negatifnya perlu direduksi, terutama usai amandemen UUD 1945 yang menghilangkan utusan daerah dan golongan seperti NU dan Muhammadiyah. “Sistem pilihan langsung itu banyak mudhorotnya. Sebab dalam Islam juga belum pernah diterapkan karena biasa mengunakan Ahlul Halli Wal Aqdi,” ungkapnya.

Tokoh-tokoh Muhammadiyah harus mengubah mainset kader Muhammadiyah tak harud masuk PAN. “Silahkan masuk ke partai-partai lain seperti Partai Golkar, PDIP, Gerindra dan lain sebagainya biar mereka bisa menjadi behind the gun, syukur-syukur bisa memimpin sehingga bisa ikut mewarnai dan menyebarkan visi islam sebagai rahmatan lil alamin,” pungkasnya. (pun)

Leave a reply