Khofifah Ajak Gunakan Daun Jati dan Besek Untuk Bungkus Daging Kurban

0
49

– Ramah lingkungan dan bantu UMKM

SabdaNews.com – Peringatan Hari Raya Idul Adha menjadi momentum strategis untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta kesalehan sosial,
salah satunya melalui berkurban hewan ternak.

Demikian disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa seusai melaksanakan Ibadah Sholat Idul Adha di Masjid Agung Al Akbar Surabaya (MAS), Minggu (11/8/2019).

Dengan berkurban, jelasnya, selain meningkatkan keimanan dan ketaqwaan juga menunjukkan kedermawanan seseorang. Daging kurban diberikan kepada siapapun yang membutuhkan, tidak mengenal agama, kelompok, dan asal usul daerah.

“Secara tidak langsung juga meningkatkan rasa persaudaraan, kesalehan dan solidaritas antar sesama secara substantif,” jelas Gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Peringatan Idul Adha, lanjutnya, juga memberikan banyak manfaat bagi semua masyarakat. Selain dibagikan daging kurban, momentum Idul Adha tahun ini di Masjid Al Akbar Surabaya juga mengenalkan bagaimana mencintai lingkungan dengan menggunakan media besek dan daun jati sebagai wadah dalam mengemas daging kurban.

“Sebelumnya, masyarakat menggunakan plastik. Pada tahun ini, untuk kemasan daging kurban menggunakan besek yang terbuat dari bambu dan daun jati yang ramah lingkungan, ” ungkap Khofifah.

Selain itu, dengan menggunakan besek diharapkan bisa meningkatkan dan menggerakkan sektor UKM untuk memproduksi lebih banyak pada tahun depan. Gubernur Jatim mengaku kesulitan mencari besek pada tahun ini. Setidaknya 3 ribu besek digunakan untuk membungkus daging kurban di Masjid Al Akbar pada tahun ini.

“Semoga dengan tradisi menggunakan besek untuk mengemas daging kurban, produksinya tahun depan dapat meningkat dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” tambah mantan Mensos ini.

Pada Hari Raya Idul Adha tahun 2019, MAS menyembelih 30 ekor sapi dan 98 ekor kambing. Diantaranya satu sapi sumbangan Presiden RI, Joko Widodo, Gubernur Jatim, dan Wagub Jatim, Emil Elistianto Dardak serta pimpinan Forkopimda di Jatim.

Sapi kurban milik Presiden Jokowi berjenis Peranakan Ongole (PO) atau yang biasa disebut Sapi Jawa seberat 1,080 ton. Sedangkan Sapi kurban Gubernur Jatim dengan jenis PO itu berusia 4 tahun seberat 1 ton dan dibeli dari peternak Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan. Sapi Gubernur Jatim tercatat sebagai juara kontes sapi Jawa Timur tahun 2018.

Sementara sapi kurban Wakil Gubernur Jatim tercatat beratnya 950 kilogram. Jenisnya sapi PO, berusia 4 tahun, dan dibeli dari peternak Desa Dagan, Kecamatan Selokuro, Kabupaten Lamongan.

Dalam prakteknya, penyembelihan hewan kurban di MAS memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP), diantaranya disembelih dengan syar’i, higenis dan ramah lingkungan. (pun)

Leave a reply