Perda Miras Lamongan Tetap Disahkan, Walau Menuai Pro dan Kontra

0
76
LAMONGAN.SabdaNews.com -Kendati menuai kecaman atau penolakan dari MUI dan beberapa ormas islam lainnya, Rencana Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol, akhirnya ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Lamongan.

“Hari ini Raperda itu sudah ditetapkan menjadi Perda, namun di dalam Perda tersebut dijelaskan minuman yang boleh beredar adalah golongan A, yang kadar alkoholnya hanya 5 persen, kalau lebih dari itu dilarang beredar di Lamongan,” ujar Ketua Pansus DPRD Kab Lamongan, Mahfud Shodiq, Rabu (31/7/2019).

Ia mengatakan, disahkannya Perda itu adalah bertujuan untuk bisa melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap minuman beralkohol atau miras, serta membatasi untuk produksi, atau yang diperdagangkan di Lamongan, meskipun masyarakat banyak yang pro dan kontra.

“Memang ada yang menolak dan ada juga yang menerima, kita sebagai wakil rakyat ketika mengambil keputusan harus ada di tengah, sehingga kita ambil jalan tengahnya, dibatasi peredarannya,” tutur Mahfud.

Saat ditanya, khomer itu kan sedikit saja sudah haram, apalagi banyak, ketua pansus itu mengungkapkan secara pribadi pihaknya juga sangat tidak setuju atas disahkannya perda itu. Namun, kata Mahfud Shodiq, tidak bisa juga serta merta seperti itu, harus bisa bersikapi adil.

“Sebagai wakil rakyat harus bisa mengakomodir seluruh lapisan masyarakat yang ada di Lamongan,
yang jelas keputusan pengesahan Perda ini, sudah kita ambil jalan tengahnya, masyarakat Lamongan kan tidak hanya satu jalur, tapi terdiri dari semua lapisan,” pungkasnya. (pun)

Leave a reply