Gagal Mufakat, Pemilihan Ketua Ansor Jatim Pilih Voting

0
692

– Tiga Calon Berebut 694 suara

SabdaNews.com – Kendati pimpinan sidang pleno pemilihan ketua PW GP Ansor Jatim masa khidmad 2019-2023 sempat menawarkan musyawarah mufakat difasilitasi PP GP Ansor. Namun ketiga kandidat calon ketua PW GP Ansor Jatim bersikukuh tetap maju dan tak ada yang mau mengalah.

Tak ayal, Alfa Isnaini selaku pimpinan sidang pleno pemilihan ketua akhirnya memutuskan bahwa proses pemilihan ketua PW GP Ansor dilaksanakan melalui voting atau pemungutan suara.

Dalam proses fasilitasi antar ketiga calon hanya dicapai kesepakatan bahwa setelah proses pemilihan mereka akan melakukan rekonsiliasi.

“Siapa yang terpilih akan mengakomodir calon yang tak terpilih, bentuknya yang tak terpilih jadi anggota formatur ditambah perwakilan zona dan cabang sesuai hasil pra Konferwil,” ujar Alfa Isnaini, Minggu (28/7/2019).

Yang menarik, sebelum dilaksanakan proses pemungutan suara, pimpinan sidang pleno juga memberikan kesempatan kepada ktiga calon ketua untuk memamparkan visi dan misi jika terpilih menjadi ketua PW GP Ansor Jatim mendatang.

“Seluruh calon ketua mendapatkan waktu yang sama, yakni selama 5 menit untuk memaparkan visi dan misi jika terpilih dalam proses pemungutan suara,” jelas pria asli Trenggalek ini.

Pemaparan visi dan misi calon ketua, disesuaikan dengan jadwal pendaftaran. Yang pertama adalah Ra Ghufron Siraj, kedua Gus Abid Umar Faruq dan terakhir Gus Syafiq Syauqi.

“Ketiga calon ketua ini sudah memenuhi syarat minimal dukungan yakni 4 pengurus cabang (PC)dan 20 pengurus anak cabang (PAC),” tambah Mujiburrahman sekretaris timcarateker PW GP Ansor Jatim.

Dalam paparan visi dan misi, Ra Ghufron menjelaskan bahwa Ansor Jatim menjadi baromoter Ansor Internasional karena itu harus bisa menjadi contoh yang baik. Namun sayangnya, selama 2 tahun terakhir terjadi problem kepengurusan organisasi sehingga Konferwil menjadi tertunda.

“Visi saya alah menegakkan kepemimpinan egaliter menuju Ahlussunah waljamaah. Seangkan misi yakni akan mematuhi dan mengawal kebijakan PWNU Jatim, melakanakan konsolidasi organisasi, memberi pelayanan prima kepada PC dan PAC,” jelas pria asli Pamekasan ini.

“Kalau saya terpilih tak ada lagi kesulitan mengurus SK. Saya siap jadi khodam sebab beliau berdua itu kader yang terbaik. NU akan memasuki usia 100 tahun jadi memang perlu diasah kembali. Kalau masalah Madura selesai saya yakin Indonesia juga bakal selesai,” dalih pria suka humor ini.

Sementara itu Gus Abid Umar Faruq dalam paparannya menegaskan bahwa dirinya memang sudah pernah memimpin PW GP Ansor Jatim selama 6 bulan hasil penunjukkan PP. Namun waktu yang pendek itu masih kurang untuk membenahi Ansor Jatim supaya bisa menjadi barometer Ansor Internasional.

“Dari sisi administrasi harus diakui perlu perbaikan sehingga perlu dilakukan pelatihan arsip. Ini bagian dari otokritik,” katanya.

Sedangkan soal misi, lanjut Gus Abid adalah bagaimana menguatkan ekonomi secara kelembagaan agar anggota Ansor Jatim bisa seperti organisasi profesional seperti Hipmi yang mampu mengembangkan pesantren prenure. Kemudian penataan kaderisasi, klasterisasi PC dan PAC.

“Misi itu akan tergerak kalau punya reward kepada PC dan PAC, sehingga Ansor punya seperti NU Award. Jika terpilih, amanat PWNU membentuk pletonisasi di setiap ranting akan dilaksanakan, bahkan saya siap bantu 100 seragam gratis setiap PAC,” ungkap pria asal Ploso Kediri ini.

Ketiga, giliran Gus Syafiq Syauqi dalam paparannya mengatakan bahwa Ansor itu besar karena PAC. Karena itu kedepan jika terpilih ujung aktivitas GP Ansor pindah ke ranting. Hal ini sejalan dengan amanat dari PWNU Jatim untuk membentuk pletonisasi banser di setiap ranting.

Sedangkan soal visi, kata Syafiq tentunya sejalan dengan visi PP GP Ansor yaitu revitalisasi, dakwah bikin pilot projek kiai muda, penguatan kaderisasi dengan lebih sering mengunjungi PC dan PAC di wilayah selatan yang masih rendah akreditasinya dan pemberdayaan potensi kader.

“Ansor nantinya bisa membuka klinik seperti milik NU dan kerjasama dengan BPJS. Kalau jadi tetap akan jadikan pengurus wilayah para calon yang tak terpilih,” pugkasnya.

Hingga berita ini diturunkan masih dilaksanakan proses pemungutan suara yang totalnya berjumlah sebanyak 694 suara terbagi atas 214 peserta dengan nilai akreitasi A dan 266 suara akreditasi B. “Akreditasi A dihitung 2 suara dan akreditasi B dihitung 1 suara,” tambah Alfa Isnaini. (tis)

Leave a reply