Gubernur Khofifah Bakal Merevitalisasi 4 Pilar Bangsa

0
256

– Kerjasama dengan LVRI

SabdaNews.com – Maraknya kasus radikalisme dan intoleran terjadi akhir-akhir ini di Indonesia, nampaknya menjadi keprihatinan orang nomor satu di Pemprov Jatim. Terlebih, gerakan tersebut cenderung berupaya merongrong ideologi kebangsaan sehingga bisa membahayakan keutuhan NKRI.

Menurut Khofifah, di zaman Tuafik Kiemas (TK) menguatkan kristalisasi kehidupan kebangsaan dilakukan melalui 4 pilar bangsa. Makanya, rasanya hari ini tanpa BP7 tetap harus dilakukan berbagai program untuk bisa menguatkan kembali.

“Indonesia, keberagaman dan kebhinekaan itu harus dibungkus dengan keekaan. Dan yang beragam itu endingnya adalah eka atau 1 dan bungkusnya adalah Pancasila,” kata mantan Mensos RI, Kamis (25/7/2019).

Di jelaskan Khofifah, dalam 4 pilar bangsa ada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Karena itu 4 hal ini harus memuat di dalam satu suprastruktur politik, eksekutif, legislatif, yudikatif dan 2 di dalam infrastruktur politik di situ ada parpol, media dan elemen non-government

Semua lini ini, memang harus segera kembali menyampaikan pesan-pesan. Pesannya, Indonesia banyaknya budaya, bahasa, keberagaman, kehidupan beragama maka 4 pilar bangsa itu perlu dilakukan revitalisasi untuk bisa disosialisasikan sesuai dengan segmentasi obyeknya.

“Kalau anak-anak PAUD/TK dan SD pasti berbeda dengan anak-anak SMP/SMA. Dulu Jaman saya kan kita masih ada P4 berapa jam tapi hari ini sudah tidak ada. Namun tidak berarti bahwa introduksi terhadap keindonesiaan, Pancasila, UUD 45 itu kemudian dibiarkan sesuai dengan apa progresifitas masyarakat atau pasif,” tegas Khofifah.

Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan tetapi harus tersistematisir dan untuk ini Pemprov sudah kerjasama dengan LVRI (Legium Veteran Republik Indonesia), tapi LVRI akan menyiapkan narasumber dari teman sebaya yang nantinya akan menjadi narasumber untuk SMA yang efektif yah tidak jauh dari usia SMA. Begitu juga untuk anak-anak SMP narasumbernya juga tidak jauh dari usia mereka.

“Kita ingin masuk untuk melakukan revitalisasi terhadap nilai-nilai keindonesiaan, kebangsaan, dan kenegaraan dan salah satunya adalah Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. kalau diperas berarti ini adalah 4 pilar bangsa,” pungkas ketum PP Muslimat NU ini. (ud)

Leave a reply