Ketua PWNU Jatim Lebih Suka Ansor Yang Koboy

0
102

– Kandidat ketua PW GP Ansor Jatim Gerilya Dukungan Para Kiai Sepuh

SabdaNews.com – Jelang pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur 28 Juli 2019 di Ponpes Sabilurrosyad Kota Malang. Sejumlah kandidat ketua PW GP Ansor mendatang nampaknya mulai gerilya mendapatkan dukungan dari para kiai NU.

Gus Abid Umar salah satu kandidat kuat Ketua PW GP Ansor Jatim mengaku sudah sowan ke berbagai kiai NU termasuk sowan ke ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar yang menjadi tuan rumah Konferwil mendatang dan kiai sepuh lain yang menjadi pengurus PWNU Jatim.

“KH. Marzuki Mustamar justru mengaku senang dengan gaya saya. Bahkan beliau berharap Ketua GP Ansor gayanya harus Koboy. Makanya kemudian muncul sebutan Gus Koboy dari Ploso,” kelakar cucu KH Zainuddin Djazuli pengasuh Ponpes Al Falah Kediri ini.

Lebih jauh alumnus paska sarjana Unair Surabaya ini menjelaskan bahwa penampilan di luar pesantren memang kerap mengikuti trend kaum millenial, seperti pakai celana jins, kaos, kemeja lengan panjang dan sepatu cats.

“Kesibukan saya di luar pesantren dan Ansor memang cukup banyak, sehingga gaya pakaian seperti itu juga karena tuntutan,” dalih pria yang juga Sekum HIPMI Jatim ini.

Ia tak mempersoalkan jika ada pihak yang menilai negatif maupun positif terhadap gaya berpakaiannya yang millenial karena dari sisi usia putra KH Umar Farud Ploso Kediri itu memang termasuk generasi millenial karena baru 30 tahun.

Nasab Gus Abid memang bukan sembarangan, dari garis Ploso (bapak), ia adalah cucu KH. Zainuddin Djazuli, putera KH, Umar Faruq dan Keponakan Gus Abdussalam Sohib. Sementara dari garis Banyuwangi (Ibu), ia adalah cucu KH. Asqandar. Sedangkan KH. Nur Iskandar SQ (Jakarta) dan KH. Anwar Iskandar (Kediri) adalah Pakde dari nasab Ibu.

“Saya ini kebetulan lahir di lingkungan pesantren, mau tidak mau ya harus mengajar di pondok. Tapi kalau untuk mengampu atau mengasuh pondok, saya belum siap. Biar saudara yang lain saja,” dalih pria kelahiran tahnu 1989 itu.

Ditambahkan Gus Abid, saat ini NU butuh kader muda yang luwes dan bisa terima semua kalangan. Ia menyebut munculnya dai-dai muda NU seperti Gus Miftah, Gus Baha dan KH Anwar Zahid, KH Ahmad Muwafiq juga sangat fenomenal.

Bahkan mereka hari ini digandrungi oleh masyarakat. Tidak hanya dari kalangan nahdliyin tapi juga yang di luar kultur NU karena mereka selalu mengedepankan prinsip-prinsip NU seperti Tawasut, Tawazun, I’tidal dan lainnya.

“Dengan gaya seperti itu, saya yakin GP Ansor kedepan akan lebih menarik dan diminati secara luas oleh anak muda, khususnya kaum millennial,” tambah Gus Abid Umar.

Kendati usianya tergolong muda, namun Gus Abid cukup kaya akan pengalaman organisasi, khususnya di Ansor. Dia memulai dari Wakil Sekretaris Bidang Infokom, lalu naik menjadi Ketua Bidang Infokom, kemudian Kasatkorwil Banser Jatim dan Sekretaris PW GP Ansor Jatim hingga menjadi Ketua PW GP Ansor Jatim (SK Penunjukkan Pimpinan Pusat).

Di luar GP Ansor, Gus Abid adalah seorang pengusaha, Direktur PT Galindo yang bergerak dibidang galian dan konstruksi. Aktifitasnya di dunia usaha membawa Gus Abid dipercaya menjabat sebagai Wakil Sekretaris Umum BPD HIPMI Jatim.

“Saya ini orang yang sering keluar dari zona nyaman (comfort zone) dalam pengambilan sikap. Karena dengan mengambil resiko, maka 50 persen kesuksesan telah kita dapatkan. Hal itu berlaku dalam hidup, maupun aktifitas organisasi,” jelas pria murah senyum ini.

Senada, Ketua PC GP Ansor Kota Pasuruan, Ahmad Ridhoi mengungkapkan, kontibusi Gus Abid terhadap organisasi sudah sangat jelas. Bahkan, ia orang punya andil menghidupkan kembali PC GP Ansor Kota Pasuruan yang sudah 10 tahun mati.

Ditingkat Wilayah, lanjut Ridhoi andil Gus Abid juga sangat besar dalam pembangunan gedung PW GP Ansor Jatim yang saat ini sudah bisa digunakan untuk kegiatan organisasi.

“Ini sejarah Ansor Jatim punya kantor permanen. Gus Abid punya andil, karena beliau Ketua Pembangunan Gedung PW Ansor Jatim. Itu menunjukkan beliau punya networking yang bagus, baik ke dalam maupun keluar. Sehingga layak dan masuk kriteria untuk calon Ketua GP Ansor Jatim kedepan,” pungkasnya. (tis)

Leave a reply