Kepala Kemenag Gresik Yang Baru, Jadi Korban Hoax Karena Bernama Markus

0
2019

– Dapat ucapan karagan bunga selamat dan sukses dari pendeta

SabdaNews.com – Kendati Pilpres 2019 sudah selesai, namun netizen di Media Sosial yang menggunakan akun Facebook Hastag 2019 ganti Presiden masih berusaha memperkeruh suasana kebangsaan yang mulai kondusif.

Salah satu isu yang dihembuskan oknum yang kurang bertanggungjawab adalah menggoreng kemunculan karangan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya Bapak Markus SPd, MPd sebagai kepala kantor Kemenag Gresik dari Pdt. Hendry Hariyono, MTh dan Jemaat Gereja Kemah Tabernakel.

Dalam status akun FB Hastag 2019 ganti Presiden dikatakan bahwa lengkap sudah era jae ! Kakanwil Agama Gresik Dipegag Pendeta. Tak ayal, komentar netizen pun menimbulkan pro dan kontra karena mudah tersulut seolah-olah minoritas memimpin mayoritas.

Kepala Kemenag Kabupaten Gresik, Markus Firdaus saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengaku sudah tahu kalau dirinya jadi korban bully dan berita hoax di Facebook maupun Twitter lantaran ada ucapan karangan bunga di depan kantornya.

“Iya betul, saya lagi viral di facebook tapi saya tidak kenal. Cuma dia bilang pengurus FKUB (forum komunikasi umat beragama). Jadi saya tidak tahu dan tak kenal siapa yang mengirim karangan bunga ucapan itu,” ujar Markus Firdaus saat dikonfirmasi Senin (8/7/2019).

Kendati menjadi korban bully, Markus mengaku tidak mempersoalkan ramai di Medsos. Nama asli dirinya adalah Markus Firdaus bukan Mahrus. Mungkin keinginan orang tua dulu adalah Mahrus tapi karena logat Madura sehingga menjadi Markus dan memang nama di ijazah sekolah seperti itu (Markus Firdaus,red)

“Orang yang mempertanyakan itu wajar karena dari sisi nama seperti itu. Tapi mudah-mudahan kalau sudah kenal akan memahami siapa saya, bagaimana komitmen saya dengan toleransi. Kita semua pati ingin aman dan nyaman,” dalihnya santai.

Ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada orang yang mengirim karangan bunga ucapan tersebut walaupun Markus tidak kenal. “Kita harus saling menghormati dan menghargai demi kemajemukan bangsa tercinta ini, makanya sepatutnya tetap menghormati semua umat beragama, suku dan keberagaman harus tetap kita jaga untuk ke Indonesiaan kita bersama,” harap pria asli Sumenep ini.

Di tanya mulai kapan menjabat kepala Kemenag Kabupaten Gresik? “Sejak Jumat (5/7/2019) kemarin saya dilantik oleh Kepala Biro Kepegawaian Kemenag Pusat. Sebelumnya saya menjabat sebagai Kepala Biro Humas Kanwil Kemenag Jatim selama 2 tahun lebih,” beber Markus Firdaus.

Setelah resmi dilantik dan mendapat amanah memimpin Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Markus mengaku akan fokus melanjutkan yang sudah baik, kemudian melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik lagi tentunya.

“Kita harapkan dengan adanya kepala kantor Kemenag Kabupaten Gresik yang saya pegang sementara ini, bisa membawa kebaikan. mohon untuk didukung semua pihak untuk kebaikan Depag dan kebaikan kita bersama terutama warga Gresik,” harap Markus Firdaus.

Berdasarkan curriculum vitie, Markus terlahir di Sumenep pada 29 April 1976, beragama Islam. Sedangkan istrinya bernama Mutik Hidayat. Adapun riwayat pendidikannya yakni MI : Tarbiyatus Shibyan, Seratengah Bluto Sumenep Madura, MTs : Annawari, Seratengah Bluto Sumenep Madura, MA : Annawari, Seratengah Bluto Sumenep Madura. S1 : UNESA Surabaya, S2 : Menejemen IMNI S2. Hukum UTM Madura –

“Saya sejak MI kelas 3 sudah mondok di Pondok Pesantren Annawari Seratengah Bluto Sumenep Madura sampai tingkat Madrasah Aliyah (SMA), dan kemudian melanjutkan kuliah S1 di Universitas Negeri Surabaya (IKIP),” pungkas Markus Firdaus. (ud)

Leave a reply