Gubernur Jatim Akan Gunakan Silpa Rp.4,5 Triliun Untuk Belanja Prioritas

0
364

SabdaNews.com – Pemprov Jatim tengah mengkaji rencana memasukkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) APBD Jatim tahun 2018 kedalam P-APBD tahun 2019. Namun, sebelum hal itu diputuskan, Pemrov Jatim akan melakukan pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jatim terlebih dahulu.

Berdasarkan penjelasan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, eksekutif bersama DPRD Jatim, tengah mematangkan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) sebelum menyelesaikan RPJMD 2019-2024.

“RKPD sebenarnya hari ini sudah final. Namun, untuk bisa benar-benar final (keputusan), kami masih menunggu (keputusan) RPJMD supaya nyambung,” ujar Gubernur Jatim Khofifah saat dikonfirmasi usai Sidang Paripurna DPRD Jatim, Senin (8/7/2019).

Menurut Khofifah, jika RPJMD Jatim rampung, maka pihaknya akan berusaha menyinkronkan dengan RPKD dan selanjutnya untuk membahas APBD, khususnya P-APBD 2019. “Termasuk juga untuk merencanakan APBD 2020,” dalih gubernur perempuan pertama di Jatim.

Rencananya, Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang RPJMD Jatim 2019-2024 akan diputuskan pekan depan. “Nanti akan dibahas sebelum akhirnya diputuskan,” jelas perempuan yang juga menjabat Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Sekedar diketahui, Silpa APBD Jatim tahun anggaran 2018 sebesar Rp.4,565 triliun. Hal ini terdiri dari tiga hal, yakni pendapatan daerah yang melampaui target, senilai Rp.1,980 triliun. Kemudian, penghematan belanja sebesar Rp.2,583 triliun. Hingga pembiayaan netto sebesar Rp.1,5 miliar.

Sementara Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Jatim 2018 telah setujui dan diputuskan oleh DPRD melalui Rapat Paripurna DPRD Jatim, Senin (8/7/2019). Sebagai tindak lanjut, Gubernur Khofifah akan berkomunikasi dengan Kemendagri.

“Sebab, baik pelaksanaan APBD, evaluasi APBD, maupun Perda (pertanggungjawaban APBD) yang disetujui, menurut UU No.23 tahun 2014, tetap harus mendapat persetujuan Mendagri,” jelas Gubernur Jatim Khofifah

Sebelumnya, Pemrov Jatim telah menyiapkan langkah strategis untuk menggunakan Silpa APBD Jatim 2018. Rencananya, Pemrov Jatim akan mengusulkan Silpa tersebut masuk ke dalam P-APBD Jatim Tahun Anggaran 2019.

Silpa tersebut akan digunakan kedalam berbagai pos anggaran. Diantaranya untuk menyelesaikan bagi hasil pajak daerah kepada kabupaten/kota. Yang mana, harus dibayarkan pada P-APBD tahun 2019. “Alokasi Silpa yang akan digunakan adalah Silpa tahun 2018 yang telah diaudit oleh BPK-RI,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Kemudian, pengalokasian kembali dana perimbangan. Misalnya, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau. Lalu belanja prioritas Pemprov Jatim yang akan dibahas oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama DPRD Jatim.

“Ini akan ditentukan pada pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) P-APBD Tahun Anggaran 2019,” pungkas Gubernur Jatim Khofifah. (tis)

Leave a reply