Hanya Orang Picik dan Licik, Yang Bilang Konferwil GP Ansor Pertarungan NasDem dan PKB

0
742

Partai NasDem Tak Persoalkan Gus Abid Umar Mundur

SabdaNews.com – Ketua bidang agama dan masyarakat adat DPP Partai NasDem, Hasan Aminuddin menyatakan tidak keberatan jika Moh Abid Umar caleg DPRD Jatim dari Partai NasDem mengundurkan diri dari partai dalam rangka memenuhi intruksi Ketua PWNU Jatim yang menginginkan ketua GP Ansor kedepan tidak memiliki afiliasi dengan parpol manapun.

“Gus Abid itu hanya caleg di Partai NasDem, bukan pengurus. Jadi kalau mundur diperbolehkan saja. Saya selaku orang yang dituakan oleh Gus Abid, saya mengamini apa yang diinginkan Gus Abid,” tegas anggota pembina PW GP Ansor Jatim saat dikonfirmasi Jumat (31/5/2019).

Diakui Hasan Aminuddin, pihaknya hanya ingin membantu mengantarkan kader muda NU yang potensial menjadi pemimpin. Artinya, pilihan Gus Abid masuk NasDem adalah pilihan personal bukan organisatoris.

“Ingat tidak ada larangan pengurus NU maupun banom dan lajnah NU memilih parpol apapun tidak harus pilih PKB,” beber A’wan PWNU Jatim ini.

Di tambahkan Hasan, dirinya termasuk pengurus mustasyar NU di Kraksaan dan di Kabupaten Probolinggo, serta A’wan di PWNU Jatim tapi masuk Partai NasDem, bukan di PKB.

“Yang mensyaratkan orang menjadi ketua GP Ansor includ menjadi pengurus PKB itu sebuah pernyataan yang konyol sehingga mengkebiri anak muda NU untuk tidak besar alias dibonsai. Jadi boleh dan tidak haram di partai manapun,” dalih mantan Bupati Probolinggo dua periode ini.

Ia juga tidak sepakat dengam pernyataan dari sebagian pihak yang mengatakan Konferwil GP Ansor Jatim mendatag itu sejatinya pertarungan antara Partai NasDem dengan PKB. Menurut Hasan, siapapun nantinya yang terpilih itulah yang dipilih asalkan tidak pragmatisme bagi pemilihnya.

“Itu cara pandang politisi yang belum tuntas perilakunya menjadi aktivis. Mestinya kalau sudah menjadi politisi itu harus bijak, hanya orang licik dan pijik yang menyatakan bahwa ini pertarungan antara NasDem dan PKB. Ansor itu tidak berafiliasi partai politik apapun dan bukan milik anak kiai siapapun,” tegas politisi asal Probolinggo.

Kendati demikian, anggota DPR RI dari Partai NasDem ini sangat sepakat jika pelaksanaan konferensi dan musyawarah kerja Ansor serta Muktamar NU dikembalikan ke rumah asal yakni pondok pesantren.

“Bukan hanya Ansor tapi semuanya, termasuk NU dan seluruh banom serta lajnah NU, jangan di hotel. Tentu nilai barokahnya akan beda dan kinerjanya selama periodisasinya akan berbeda juga,” jelas Hasan Aminuddin.

Ia optimis nama-nama kandidat yang sudah muncul ke permukaan merupakan kader terbaik yang ada di GP Ansor Jatim. “Silahkan kader-kader terbaik GP Ansor Jatim maju. Saya hanya titip jangan ada transaksi dalam pemilihan mendatang. Ini penting, kembalikan kepada akhlak bagaimana memilih pemimpin,” beber Hasan.

Sebaliknya, Bindereeh Hasan sapaan akrab Hasan Aminuddin mengaku tidak setuju jika Konferwil GP Ansor Jatim mendatang hanya calon tunggal. “Saya manusia yang tidak sepakat yah. Namanya pemilihan ya harus lebih dari satu, sebagai proses pendewasaan kepada siapapun,” tegasnya.

Tapi Hasan juga mengingatkan, tatkala proses pemilihan sudah selesai, maka semua perbedaan dalam pemilihan juga harus selesai juga. “Jangan seperti Pilpres kemarin, sudah selesai tapi masih ada yang merengut diantara salah satu. Namanya pesta demokrasi ya sebelum dan sesudah ya harus tersenyum,” pungkasnya. (tis)

Leave a reply